Kewajiban memang senantiasa berimpit dengan hak. Karena itu, jangan sampai selalu bicara hak tapi melupakan kewajiban. Begitu pula sebaliknya--Sudijono.

Sabtu, Oktober 15, 2011

Awal Terbentuknya Resimen Mahasiswa di Jawa Barat

Tanggal 13 Juni  2011 ini, Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat  berulang tahun yang ke 52, sebuah usia yang matang bagi manusia, juga matang bagi sebuah organisasi mahasiswa di mana anggotanya mempunyai minat yang besar dalam hal bela negara. Usia 52 ini menggambarkan betapa panjang nya perjalanan Menwa Mahawarman dari sejak dilahirkan sampai sekarang ini, perjalanan yang penuh liku , penuh suka duka untuk bisa tetap eksis, di tengah kondisi kemahasiswaan yang dinamis, juga di tengah situasi kondisi politik yang juga terus berubah, di mana di awal kelahirannya pada  masa Orde Lama, dilanjutkan masa Orde Baru dan kemudian masa Reformasi, Resimen Mahasiswa Mahawarman bisa tetap berdiri dengan tegak dan gagah.
Lambang Resimen Mahasiswa Mahawarman/Jawa Barat
Tanggal  kelahiran Resimen Mahasiswa Mahawarman diambil dari saat pertama kali diadakan program wajib latih kemiliteran atau WALAWA yaitu Wajib Latih Mahasiswa, yang untuk pertama kalinya diadakan dari tanggal 13 juni 1959 sampai dengan tanggal 14 september 1959 selama 20 minggu, dengan peserta latihan sebanyak 960 orang mahasiswa dari UNPAD, ITB, UNPAR, Akademi Pendidikan Jasmani, dan Akademi PTT (Pos Telegrap dan Telepon). yang terbagi dalam 6 kompie latihan. Kemudian latihan serupa diadakan kembali thn 1961 dalam rangka pembebasan Irian Barat (Trikora) , mahasiswa yang pernah mengikuti Wajib Latih tahun 1959 di panggil kembali untuk dilatih ulang, kali ini mereka dihimpun dalam organisasiResimen Seba Guna Mahasiswa Jawa Barat.Dari jumlah 960 orang yang pernah mengikuti Wajib Latih tahun 1959 itu tersisa sebanyak 320 orang karena sebagian besar telah menyelesaikan pendidikannya dan tinggal di luar kota Bandung. Kemudian mereka dilatih kembali selama 10 minggu dan ditambah lagi latihan elama 14 hari yang diselenggarakan di tempat pendidikan Infantri Bihbul. Penutupan latihan dilakukan oleh Pangdam VI Siliwangi yang sekaligus melantik mereka sebagai angkatan pertama Resimen  Serbaguna Mahasiswa Jawa Barat dan Pangdam menyatakan mereka sebagai bagian organik dari Kodam VI Siliwangi.

Saat pembentukan itu, Resimen Serbaguna Mahasiswa Jawa Barat belum mempunyai identitas khas korps, sehingga kemudian muncul usulan dari anggota, yang kemudian pada saat apel besar di lapangan gasibu Bandung memperingati hari jadi Resimen Serbaguna Mahasiswa Jawa Barat tgl 13 juni 1964, Menko Hankam/KASAB Jendral A.H Nasution dengan didampingi oleh Mentri PTIP Prof Ir Thoyib Hadiwijaya dan Pangdam VI/Siliwangi Brigadir Jendral Ibrahim Ajie, meresmikan penggunaan nama “RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN” sebagai nama Resimen Mahasiswa Jawa Barat, dan diserahkan secara langsung Dhuaja Resimen Mahasiswa Mahawarman kepada Komandan nya yaitu Kapten Ojik Soeroto.

Pada awal pembentukan Resimen Serbaguna Mahasiswa Jawa Barat terdiri dari empat Kompi, yaitu Kompi I dan II beranggotakan mahasiswa ITB, Kompi III dari UNPAD, kompi IV dari UNPAR dan Akademi Negeri. Pada perkembangan selanjutnya, kompi kompi itu berkembang menjadi Batalyon I ITB, Batalyon II UNPAD, Batalyon III UNPAR, Batalyon IV gabungan Universitas swasta dan STO, Batalyon V karyawan IKIP yang kemudian bubar, Batalyon VI gabungan Akademi, Batalyon VII Perguruan Tinggi di wilayah hukum Korem 61 Suryakencana Bogor, Batalyon VIII untuk Perti yang berkedudukan di wilayah hukum Korem 62 Tarumanegara wilayah Taikmalaya dan sekitarnya, Batalyon IX wilayah Korem 63 Sunan Gunung Jati wilayah Cirebon dan sekitarnya, Batalyon X wilayah Banten dan sekitarnya, tapi kemudian dengan adanya Propinsi Banten, Batalyon X memisahkan diri dan menjadi Maha Banten, dan Batalyon XI UPI Bandung.
Buku Kesatria Bertoga
Rasanya tidak berlebihan jika di sebutkan bahwa Resimen Mahasiswa Mahawarman adalah cikal bakal lahirnya Resimen Mahasiswa Indonesia.

WIDYA CASTRENA DHARMA SIDHA

Sumber : Buku Kesatria Bertoga

0 komentar:

Poskan Komentar